Tampilkan postingan dengan label Materi ISBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi ISBD. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2012

MANUSIA DAN PERADABAN

Hakikat Peradaban
Peradaban atau Civilization adalah Perkembangan kebudayaan yang telah mendapat/mencapai tingkatan tertentu yang diperoleh oleh manusia pendukungnya (Huntington 2001).
Peradaban berasal dari kata Adab yang berarti sopan, berbudi pekerti, luhur, mulia, atau sifat yang tinggi dan mulia. Peradaban juga sering dipakai untuk hasil kebudayaan seperti kesenian, ilmu pengetahuan dan tegnologi, serta pergaulan.
Peradaban akan terus berkembang sesuai dengan zamannya/mengikuti perkembangan zamannya.
Bangsa-bangsa yang telah memiliki peradaban pada masa lampau : Bangsa Sungai Nil (mesir),Lembah sungai Tigris, Lembah Sungai Hoang Ho (Cina).
Selain mengacu pada Ilmu dan Tegnologi peradaban jugamengacu pada suatu kurun waktu dan tempat tertentu.
Bangsa yang beradab adalah bangsa yang terdidik. Akan tetapi bangsa yang berbudaya belum tentu memiliki tingkat pendidikan yang tinggi.
B. Manusia Sebagai Makhluk Beradab dan Masyarakat Adab.
Kabudayaan merupakan keseluruhan dari hasil budi daya manusia (Cipta, Karsa, Rasa). Sedangkan Peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang tinggi, halus, indah, dan maju.
Pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang beradab sebab dianugrahi harkat, martabat, serta potensi kemanusiaan yang tinggi.
Manusia merupakan makhluk yang beradab sehingga mampu menghasilkan peradaban. Dan manusia sebagai makhluk social kerena mampu menciptakan masyarakat yang beradab.
C. Dinamika dan Problematika Peradaban Global
Arnold Y. Toynbee (Sejarawan Inggris) : Peradaban lahir sebagai respon manusia dengan segenap daya upaya dan akalnya menghadapi, menaklukkan dan mengolah alam sebagai tantangan (challenge) guna mencukupi kebutuhan dan melestarikan kelangsungan hidupnya.
Alvin Toffler (1981) ada 3 gelombang peradaban manusia :
1. Gelombang I, peradaban tegnologi pertanian (revolusi hijau), berlangsung mulai 800 SM – 1500 M.
2. Gelombang II, peradaban tegnologi Industri, berlangsung mulai 1500 – 1970 M.
3. Gelombang III, Peradaban Informasi, berlangsung mulai 1970 M – sekarang.

. Peranan Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial

a. PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
Perbedaan yang ada seperti berbeda keyakinan, lingkungan, ras, suku, dan golongan tidak meniadakan persamaan akan Harkat dan Martabat manusia. Manusia sebagai individu akan berusaha :
1) Menjaga dan mempertahankan Harkat dan Martabatnya.
2) Mengupayakan terpenuhi hak-hak dasarnya sebagai manusia.
3) Merealisasikan segenap potensi diri, baik sisi Jasmani maupun Rohani.
4) Memenuhi kebutuhan dan kepentingan diri demi kesejahteraan hidupnya.
Dalam hidup kemasyarakatan, individu juga bisa menghasilkan fungsi-fungsi negative, misalnya ; unsure pemenuhan kepentingan diri menjadikan orang per orang memiliki sifat Individualistik dan Egois.
b. PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
Manusia sebagai pribadi adalah berhakikat social. Kebutuhan akan orang lain dan interaksi social membentuk kehidupan berkelompok pada manusia. Dan dalam kehidupannya manusia membutuhkan Norma-Norma Sosial sebagai patokan dalam bertingkah laku. Norma-Norma tersebut adalah :
1) Norma Agama atau Religi ; Norma yang bersumber dari Tuhan, yang berisi perintah agar dipatuhi dan menjauhi larangan Nya. Norma Agama ada dalam ajaran-ajaran Agama.
2) Norma Kesusilaan atau Moral ; Norma yang bersumber dari hati nurani manusia untuk mengajak pada kebaikan dan menjauhi keburukan. Yang bertujuan agar manusia berbuat baik secara Moral bukan Amoral (berkelakuan buruk).
3) Norma Kesopanan atau Adat ; Norma yang bersumber dari masyarakat dan berlaku terbatas pada lingkungan masyarakat yang bersangkutan.
4) Norma Hukum ; Norma yang dibuat masyarakat secara resmi (Negara) yang pemberlakuannya dapat dipaksakan, berisi perintah dan larangan. Bersifat tertulis dan mempunyai sangsi yang tegas dan mengikat.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Budaya
Makhluk Tuhan didunia ini ada Empat macam : Alam, Tumbuhan, Binatang, dan Manusia. Sifat-sifat yang dimiliki keempat makhluk Tuhan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Alam memiliki sifat wujud.
2. Tumbuhan memiliki sifat wujud dan Hidup.
3. Binatang memiliki sifat Wujud, Hidup, dan dibekali Nafsu.
4. Manusia memiliki sifat Wujud, Hidup, dibekali Nafsu, serta Akal Budi
Akal budi merupakan pemberian sekaligus potensi dalam diri manusia yang tidak dimiliki makhluk lain. Akal merupakan kemampuan berfikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki. Kemampuan berfikir manusia juga digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
Budi juga berarti akal. Budi berasal dari bahasa Sansekerta ; Budhi, yang artinya akal. Budi menurut kamus bahasa Indonesia adalah bagian dari kata hati yang berupa paduan akal dan perasaan dan yang dapat membedakan baik-buruk sesuatu. Budi dapat pula berarti tabiat, perangai, dan akhlak.
Kepentingan hidup manusia adalah dalam rangka unutk memenuhi kebutuhan hidup. Secara umum kebutuhan hidup manusia dapat dibedakan menjadi Dua ;
1. Kebutuhan yang bersifat kebendaan (sarana-prasarana) atau badani/ragawi atau jasmani/biologis. Ex ; Makan, minum, bernafas, istirahat, dan seterusnya.
2. Kebutuhan yang bersifat Rohani atau mental atau psikologi
Ex ; kasih sayang, pujian, perasaan aman, kebebasan, Cinta, dan sebagainya.
Abraham Maslow seorang ahli psikologi, berpendapat bahwa kebutuhan manusia dalam hidup dibagi menjadi lima tingkatan :
1. Kebutuhan Fisiologis (physiological needs).
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan dasar, primer, dan vital. Kebutuhan ini menyangkut fungsi-fungsi biologis dasar dari organism manusia, seperti kebutuhan akan makan, pakaian, tempat tinggal, sembuh dari sakit, seks, dan sebagainya.
2. Kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan (safety and security needs).
Kebutuhan ini menyengkut perasaan, seperti bebas dari rasa takut, terkingdung dari bahaya dan ancaman penyakit, perang, kemiskinan, kelaparan, perlakuan tidak adil, dan sebagainya.
3. Kebutuhan Social (social needs).
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan dicintai, diperhitungkan sebagai pribadi, diakui sebagai anggota kelompok, rasa setia kawan, kerja sama, persahabatan, interaksi, dan sebagainya.
4. Kebutuhan akan Penghargaan (esteem needs).
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan dihargainya kemampuan, kedudukan, jabatan, status, pangkat, dan sebagainya.
5. Kebutuhan akan Aktualisasi Diri (self actualization).
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan memaksimalkan penggunaan potensi-potensi, kemampuan, bakat, kreativitas, ekspresi diri, prestasi, dan sebagainya.
Menurut Maslow, kebutuhan manusia pertama-tama diawali dari kebutuhan fisiologis atau paling mendesak kemudian secara bertahap beralih kekebutuhan tingkat diatasnya sampai ditingkaatan tertinggi, yaitu kebutuhan aktualisasi diri. Maslow menjelaskan, manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi kalau kebutuhan yang lebih rendah belum terpenuhi. Jadi kebutuhan manusia bertingkat dan membentuk hirarki.
Intinya dengan akal budi manusia mampu menciptakan kebudayaan. Kebudayaan pada initnya adalah hasil akal budi manusia dalam interaksinya, baik dengan alam maupun manusia lainnya. Manusia merupakan makhluk yang berbudaya dan Manusia adalah makhluk pencipta kebudayaan.

Hakikat dan Ruang Lingkup ISBD

Secara garis besar Ilmu dan Pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu :
1. Ilmu Alamiah (Natural Sciences – IAD)
2. Ilmu Sosial (Social Secience – ISD)
3. Pengetahuan Budaya (The Humanities – IBD)
Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah upaya untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konse-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala social sehingga daya tangkap, persepsi, dan penalaran mahasiswa terhadap lingkungan social meningkat, dengan demikian kepekaan social pun bertambah, serta mahasiswa dapat memperolrh wawasan dan pemikiran yang lebih luas dari setiap tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lainnya.
Ilmu Budaya Dasar (IBD) dalam kelompok ilmu pengetahuan termasuk dalam kelompok pengetahuan budaya dan manusia (the humanities). IBD (basic humanities) mangkaji masalah nilai manusia sebagai makhluk berbudaya, yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritikal terhadap masalah-masalah manusia dan budaya sehingga daya tangkap, persepsi, dan penalaran budaya manusia menjadi halus dan manusiawi. Kongkritnya IBD mengajarkan manusia untuk menjadi lebih manusiawi atau memanusiakan manusia.
ISBD sendiri merupakan ilmu gabungan dari IAD, ISD, dan IBD. Dapat dikemukakan jika kajian ISBD mencakup masalah social dan masalah budaya serta keberadaan manusia sebagai subjek/pelaku bagi masalah-masalah tersebut. Diharapkan manusia dapat meningkatkan wawasannya, kepekaan, serta berempati terhadap masalah maupun pemecahan masalahnya.
B. ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial Budaya
ISBD memberikan alternative sudut pandang atas pemecahan masalah social budaya di masyarakat. Pendekatan dalam ISBD lebih bersifat Interdisiplin atau Multidisiplin, khususnya ilmu-ilmu social dalam menghadapi masalah social.
Pendekatan dalam ISBD lebih bersifat interdisiplin atau multidisiplin, khususnya ilmu-ilmu sosial dalam menghadapi masalah sosial. Pendekatan dalam ISBD bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial dan budaya yang bersifat integrasi. ISBD digunakan untuk mencari pemecahan masalah kemasyarakatan melalui pendekatan interdisipliner atau multidisipliner ilmu-ilmu sosial dan budaya. Sedangkan pendekatan dalam ilmu soaial lebih bersifat subject oriented, artinya berdasarkan sudut pandang dari ilmu sosial tersebut. Misalnya, ilmu Ekonomi melihat suatu masalah melalui perspektif Ekonomi serta pemecahan masalah melalui sudut pandang Ekonomi pula. Sedangkan pendekatan yang mendalam dalam ISBD dibebankan pada ilmu sosial dan budaya yang lebih bersifat toritis, baik menyangkut ruang lingkup, metode dan sistematikanya.
Harus dipahami bahwa manusia tidak terlepas dari gejala-gejala alam dan kehidupan lingkungan. Alam dan manusia akan saling mempengaruhi, namun sebagai subject kehidupan manusia perlu memperlakukan alam secara baik sehingga akan memberikan manfaat bagi kesejehteraan hidupnya. Berdasarkan hal tersebut, beberapa perguruan tinggi memberlakukan ISBD sebagai mata kuliah wajib bagi mahasiswa dari program ilmu alam atau ekstata. Dengan demikian, mahasiswa sebagai calon ilmuwan dan profesional harapan bangsa mampu bertindak secara arif dan bijaksana.

Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial

1. Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.
Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.
Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang.
2. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU

Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi, maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Istilah individu dalam kaitannya dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia, dapat pula diartikan sebagai manusia.
Dalam pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena tingkah laku yang ditampilkannya hampir identik dengan tingkah laku masa.

II.2. Kedudukan Manusia sebagai Mahluk Individu
II.2.1. Manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Manusia sebagai makhluk individu diartikan sebagai person atau perseorangan atau sebagai diri pribadi. Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa. Disebutkan dalam Kitab Suci Al Quran bahwa Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya “.
Jika kita amati secara seksama benda-benda atau makhluk ciptaan Tuhan yang ada di sekitar kita, mereka memiliki unsur yang melekat padanya, yaitu unsur benda, hidup, naluri, dan akal budi.
1). Makhluk Tuhan yang hanya memiliki satu unsur, yaitu benda atau materi saja. Misalnya, batu, kayu, dan meja.
2). Makhluk Tuhan yang memiliki dua unsur, yaitu benda dan hidup. Misalnya, tumbuh-tumbuhan dan pepohonan.
3). Makhluk Tuhan yang memiliki tiga unsur, yaitu benda, hidup, dan naluri/ instink. Misalnya, binatang, temak, kambing, kerbau, sapi, dan ayarn.
4). Makhluk Tuhan yang memiliki empat unsur, yaitu benda, hidup, naluri/instink, dan akal budi. Misalnya, manusia merupakan makhluk yang memiliki keunggulan dibanding dengan makhluk yang lain karena manusia memiliki empat unsur, yaitu benda, hidup, instink, dan naluri.